Satu Persoalan Dari Sepasang Mata

June 16, 2013

Satu petang yang damai.

Tidak lama dulu.

Kala aku sendiri menghadap skrin netbook di hadapan mata, tiba-tiba saja persoalan itu hadir ke minda. Tiba-tiba saja. Aku tidak tahu dari mana datangnya. Dari mana hadirnya rasa itu. Hanya Allah Maha Mengetahui. Kalau Dia berkehendak, apa pun boleh hadir dalam bayangan kepala kita, walau hanya sekelip mata.

Rasa itu yang tiba-tiba saja hadir dalam jiwa. Buat aku meneliti segenap inci kejadianku. Jari jemariku yang bersarung cincin emas nan indah, susun atur tahi-tahi lalat, segala urat biru dan hijau di bawah kulit nan halus lagi nipis, segala-galanya sambil aku gerak-gerakkan perlahan mengikut kemahuanku, aku teliti dengan mataku.

Ya, mataku.

Mataku yang tidak dapat aku lihat sendiri kecuali bercermin. Mataku ini yang dapat melihat ke sana-sini. Dengan mataku ini, aku lihat mata-mata yang lain di sekeliling aku. Dengan mataku ini, aku menyaksikan segala peristiwa dan kejadian. Dengan mataku ini, membuktikan aku ini hidup di bumi Tuhan.

Bahkan dengan mata inilah, aku tertanya-tanya, kenapa aku hidup di muka bumi? Kenapa aku berada di dalam tubuh ini dan sedang duduk di sini saat ini? Atas sebab apakah aku sekarang di tempat aku ini, dan melihat pemilik-pemilik mata lain sepertiku? Kadang aku tertanya, adakah mereka rasa apa yang aku rasa, adakah mereka benar-benar melihat seperti aku, malah hidup juga seperti aku?

Untuk apa sebenarnya aku dipilih duduk di dalam tubuh ini? Kenapa aku hidup? Kenapa aku masih di sini?

Allah... Allah... Allah...

Pernahkah kamu-kamu yang membaca ini rasa seperti aku rasa? Atau kalau tidak pernah, adakah saat ini kamu-kamu yang membaca ini rasa seperti aku rasa? Bahawa kita ini, tidak dipilih menjadi manusia hanya untuk suka-suka. Bahawa kita ini, bukan dijadikan hidup di muka bumi sebagai patung kosong tanpa isi. Dan apakah lagi yang mahu dijadikan sebagai petunjuk tentang kekuasaan Allah, sedangkan petunjuk itu sudah ada pada diri kita ini?

Tubuh kita ini, kejadian kita ini, sudah cukup sebagai bukti kekuasaan Allah s.w.t. Sungguh, ada sesuatu yang perlu kita cari selagi hidup di dunia, sedangkan mati itu sudah pasti cuma masanya saja yang kita tidak tahu bila. Akan bila-bila saja masa itu tiba, sudah cukupkah kita memberatkan amal kebaikan berbanding kejahatan?

Ya, itu tujuannya kita ini hidup.

Mengejar redha Allah s.w.t.

Nikmat yang mana lagi yang kita dustakan?


** dan tidaklah Allah hadirkan rasa takut, bimbang, sedih dan sakit, melainkan untuk kita sedar, kita ini hidup berTuhan..! **

You Might Also Like

1 Comments

Thank you for coming by. Comments are your responsibility. Any comments are subjected to the Act 588 MCMC 1988. Comment wisely, and do it with pure intentions.

For any inquiries, email: sunahsakura@gmail.com