Wednesday, January 12, 2011

SEGMEN MADAH PUJANGGA




hidup umpama air sungai yang terus mengalir...
dalam perjalanannya segala rupa perkara akan ditemui...
dalam alirannya, ada cahaya suria menemani...
dalam satu masa, kegelapan pula yang mengiringi...

namun, biar apa pun yang ditemui,
dari sekecil dan seringan ranting kayu
hingga sebesar dan seberat batu yang terpacak,
air sungai tidak boleh berhenti...
ia harus terus mengalir...

hingga satu saat...

Penciptanya mentakdirkan ia kekeringan...
tatkala itu kepada Dialah sungai menyerahkan segalanya...

begitu juga seharusnya hidup kita,
sebagai hamba kepada Pencipta sungai...


-berkongsi rasa melalui gambar, teringat kepada seseorang...-



12 comments:
Write Comments
  1. salam

    disaat kenangan itu mengamit mindamu
    aku jua terasa begitu :(

    ReplyDelete
  2. akka dah join dear...leh tgk sini...hhehe

    http://diyanayaccob-deqdeq.blogspot.com/2011/01/segmen-madah-pujangga.html

    ReplyDelete
  3. @sissyira

    salam syira..segmen enchek ben kali ni buat rasa syahdu kan..

    ReplyDelete
  4. "sebagai hamba kepada Pencipta sungai"

    lebih cantik dan indah sekiranya perkataan sungai di atas itu di hilangkan...(^_^)

    ReplyDelete

DISCLAIMER:

All content provided on this blog is for informational purposes only. The owner of this blog makes no representations as to the accuracy or completeness of any information on this site or found by following any link on this site.

The owner of this blog will not be liable for any errors or omissions in this information nor for the availability of this information. The owner will not be liable for any losses, injuries, or damages from the display or use of this information. This terms and conditions are subject to change at anytime with or without notice.

For any inquiries, email: sunahsakura@gmail.com